Review Novel: When the Sky is Blooming Karya Ilana Tan

**Disclaimer: Semua ulasan di sini lahir dari pengalaman pribadi saya sebagai pembaca. Saya bukan ahli, hanya seseorang yang mencintai buku dan menuliskannya dari sudut pandang sendiri.

Kalau dengar nama Ilana Tan otomatis teringat karya mega best-seller seri seasons-nya. Ada Winter in Tokyo, Autumn in Paris, Summer in Seoul, dan Spring in London.

Seri novel paling ikonik sampai saat ini.

Tahun ini Ilana Tan comeback dengan karya terbarunya, yaitu When the Sky is Blooming. Berlatarbelakang di Korea Selatan, sepasang suami istri yang bertemu kembali setelah 10 tahun berpisah. Bertemu hanya sekali saat pernikahan, dan tidak pernah bicara satu sama lain.

Intinya, mereka bertemu untuk mengakhiri hubungan tersebut karena merasa ‘tidak benar’. Tapi, mereka harus melalui ujian khusus yang diberikan oleh hakim sebelum memutuskan untuk fix bercerai.

Ciri khas penulisan Ilana Tan, kita sebagai pembaca dibuat kesemsem dulu sama chemistry dua tokoh utama, sebelum akhirnya menerima kenyataan nasib para tokoh, hahaha.

Langsung saja yuk baca review novel berikut ini!

Pros & Cons

ProsCons
Konflik eksternal ringan dan tidak berbelit-belit, jadi lebih fokus ke masalah utama tokohAlur lambat, kadang bikin bosan
Ide cerita unikCerita mudah ditebak
Bacaan yang ringan, bisa untuk santaiKarakter tokoh hampir sama dengan novel sebelumnya
Kata-kata mudah dicerna, buat pemula sangat direkomendasikan

Kelebihan Novel When the Sky is Blooming

Novel romansa, bagi saya, Ilana Tan tidak tertandingi. Menikah selama 10 tahun, bertemu cuma sekali, tidak pernah bicara satu sama lain. Sebenarnya ini kisah yang sangat rumit, Ilana Tan justru berhasil bungkus dengan apik dan tetap terasa romantis.

Kok bisa?!

Ditambah lagi, gaya penulisan Ilana yang ringan dan mudah dicerna, membuat cerita cukup berat ini justru terasa menyenangkan untuk dibaca.

Kalau ini terjadi di dunia nyata mungkin akan terasa pelik, di tangan Ilana malah jadi kisah manis yang bisa dinikmati dengan santai.

Kekurangan Novel When the Sky is Blooming

Mungkin saya terlalu berekspektasi tinggi, novel-novel Ilana Tan sebelumnya bikin saya berharap banyak. When the Sky is Blooming nggak se-greget karya Ilana sebelumnya. Alur cerita lebih lempeng, cenderung lambat.

Bahkan beberapa alur cerita mudah ditebak. Saya belum merasakan curiousity untuk baca lebih lama.

Selain itu, beberapa karakter tokoh utama nggak begitu berbeda dari novel-novel romansa kebanyakan. Saya menemukan sedikit hints bahwa karakter di novel ini mirip dengan tokoh di novel Ilana yang lain.

Misal, Jun yang memiliki sifat cool, tenang, yang ternyata penyayang. Menurut saya, karakter pria dengan sifat seperti ini cukup sering ditemui di banyak novel romansa.

Mungkin karena saya punya ekspektasi yang cukup tinggi. Berharap ada pendekatan yang berbeda dari novel terbarunya Ilana. Alhasil, karakternya terasa agak repetitif dan kurang memberikan kejutan.

Overall sih ini novel romantis yang cocok banget buat nemenin waktu santai. Ceritanya ringan tapi tetap ada insight yang bisa saya ambil. Meski ada beberapa bagian yang terasa familiar, tetap saja Ilana Tan berhasil menyuguhkan kisah cinta yang menghibur.