**Disclaimer: Semua ulasan di sini lahir dari pengalaman pribadi saya sebagai pembaca. Saya bukan ahli, hanya seseorang yang mencintai buku dan menuliskannya dari sudut pandang sendiri.
Laut Bercerita merupakan salah satu karya terbaik dan terpopuler dari Leila S. Chudori. Novel yang sudah lama rilis ini tiba-tiba melejit popularitasnya setelah Pilpres Indonesia 2024.
Hampir semua influencer buku di platform manapun, baik TikTok maupun Instagram, merekomendasikan Laut Bercerita untuk dibaca.
Saya pribadi juga akan merekomendasikan Laut Bercerita, terutama untuk generasi Z dan A yang tidak merasakan peristiwa gelap di tahun 1998. Melalui novel ini cukup memberikan gambaran besar sejarah pada saat itu, dan bagaimana hal tersebut masih terus relevan hingga saat ini.
Langsung saja, yuk, baca review buku lebih detail di bawah ini.
Plus Minus
| Pros | Cons |
| Peristiwa-peristiwa yang diambil dari kisah nyata sehingga terasa lebih menggigit | Banyak karakter |
| Penulisan yang mudah dipahami termasuk untuk pemula | |
| Penggambaran lokasi yang disertai sejarah | |
| Tiap karakter punya peran yang berkesinambunngan | |
| Cerita yang komplit dan tertata rapi: Laut sebagai individu, keluarga, kekasih, teman, mahasiswa, dan rakyat |
Kelebihan Novel Laut Bercerita
Tokoh Biru Laut dan kawan-kawannya walau fiksi tetapi kisah mereka adalah nyata. Kisah yang benar-benar pernah hidup, pernah ada, Leila bungkus cerita ini dengan porsi yang pas, tidak meledak-ledak tapi menusuk.
Rasanya mustahil tidak merasakan sakit hati atau meringis baca buku ini. Penggambaran kebengisan peristiwa 98 benar-benar bikin takut, seolah-olah saya pernah melewati masa tersebut. Menurut saya inilah yang menjadi keunggulan penulisan Leila: menghidupkan sejarah.
Karenanya, saya jadi menyadari satu hal, baca Laut Bercerita ternyata lebih bikin saya mengerti sejarah daripada pelajaran sejarah masa sekolah. Pengemasan peristiwa demi peristiwa dibungkus apik, mengalir, gampang dipahami
Sebagai bukti, kalau saya naik transportasi umum Transjakarta yang melintasi area Grogol dan Roxy, otak secara otomatis recall mengenai peristiwa-peristiwa apa saja yang sudah terjadi di jalan tersebut. Misalnya, mengapa namanya halte Grogol Reformasi? Mengapa ada kata Reformasi setelah Grogol?
Dari novel inilah yang bikin saya tahu kenapa ada nama halte Grogol Reformasi. Jalan tersebut adalah saksi sejarah perjuangan anak muda melawan ketidakadilan yang akhirnya lahirlah reformasi. Persis penggambaran Leila saat menuliskan Laut dan kawan-kawannya berjuang menaruhkan nyawa di sekitaran Universitas Tri Sakti dan Grogol.
Siapa sangka, karya literatur seperti Laut Bercerita jadi jembatan kuat buat saya untuk mengenal kisah masa lalu sebelum saya lahir.
Kekurangan Novel Laut Bercerita
Jujur, saya agak kesulitan menjabarkan kekurangan novel ini. Bukan karena susah dipahami, buku ini meninggalkan lebih banyak kesan baik sehingga saya tidak begitu ‘ngeh‘ apa yang kurang dari novel ini.
Satu hal yang saya temui hanyalah kekurangan minor yaitu banyak karakter atau nama. Bukan begitu masalah dan tidak begitu mengganggu juga.
Bagi saya Laut Bercerita adalah novel yang mendekati sempurna kebagusannya. Memadukan sejarah dengan keapikan narasi yang terasa relevan sampai saat ini.



