Kalau kamu bingung bagaimana cara pilih buku mana yang cocok, jawaban saya sederhana: pilih buku sesuai mood, kebutuhan, dan minatmu.
Nggak perlu muluk-muluk baca buku yang berat, seperti buku Shopie’s World yang setebal sofa, atau Sejarah Tuhan yang bikin kepala puyeng.
Sebaiknya, mulai dari yang ringan dan relate dengan keseharian kita. Dengan cara ini, kita bisa menikmati proses membaca tanpa merasa terbebani.
Nggak buru-buru selesai, pelan-pelan tapi konsisten baca.
1. Sesuai mood
Percaya nggak, segala keputusan yang kamu buat, bagus atau tidaknya hasil nanti pasti tergantung mood. Sama dengan memilih buku, pilihlah sesuai mood kamu.
Langkah paling mudah untuk mulai membaca adalah menyesuaikan bacaan dengan mood kamu saat ini. Kalau lagi capek fisik, terutama kamu yang kerja 9-to-5, hindari dulu buku-buku berat atau yang tebalnya bikin stres. Pilih yang ringan, tipis, dan menghibur.
Contoh buku yang cocok:
- Hujan – Tere Liye
- Funiculi Funicula – Toshikazu Kawaguchi
Kedua buku ini termasuk ringan, kalimatnya yang mudah dipahami dan punya cerita yang mengalir. Pesan paling penting dari saya: jangan paksa diri baca buku motivasi kalau yang kamu butuhkan justru hiburan.
Baca Juga: Ini 3 Cara Meningkatkan Kebiasaan Membaca (Pengalaman Pribadi)
2. Baca yang lagi hype
Saya pernah mengalami ini: feed Instagram atau fyp TikTok berseliweran buku yang itu-itu saja. Setiap scroll buku itu lagi yang muncul. Ternyata buku tersebut memang lagi hype banget di kalangan pembaca.
Awalnya biasa saja, tapi lama-lama jadi penasaran, emangnya sebagus apa sih kok banyak yang bahas? Mulai deh cari tahu sinopsis cerita dan baca review singkat. Eh, malah semakin tertarik dan akhirnya baca buku tersebut.
Ternyata, buku yang lagi hype memang punya daya tarik tersendiri. FOMO nggak selalu buruk. Justru menurut saya ini bisa jadi cara seru buat mulai baca buku, apalagi kalau topiknya relate sama minat atau keresahan kita sendiri.
3. Kenali kebutuhan diri
Buku bisa menjadi jawaban kebutuhan kita, loh. Nggak semuanya dibahas di internet, kalau ada pun seringnya kurang lengkap. Apalagi di era sosial media, informasi yang sampai ke kita banyak yang setengah-setengah dan kurang kuat.
Nah, buku hadir menjadi “alat” yang bisa melengkapi kebutuhan kamu. Kalau kita butuh penjelasan secara menyeluruh, merasakan pengalaman orang lain, dan dapat inspirasi pas jiwa lagi seret, buku adalah tempat terbaik untuk mencarinya.
Mau tau cara mengelola keuangan? menemukan tujuan hidup? butuh panduan membentuk boundaries? Baca buku adalah jawaban yang tepat.
Contoh sesuai kebutuhan:
- Lagi belajar finansial: The Psychology of Money – Morgan Housel
- Sedang mencari jati diri: You Do You – Fellexandro Ruby
Apa pun kebutuhanmu, ada buku yang bisa menjawabnya. Tinggal cari yang paling nyambung dengan kondisi kita sekarang.
4. Genre favorit
Mungkin kamu akan bosan dengan saran ini, mengenali genre favorit adalah cara mutlak yang tidak bisa ditawar.
Mengetahui genre yang kita sukai akan sangat membantu dalam membangun kebiasaan membaca. Apalagi jika kita adalah pembaca pemula, pastinya kita cenderung memilih genre yang memang kita sukai.
Kalau kamu suka film yang bikin mikir, bisa jadi cocok dengan novel misteri. Kalau kamu suka drama Korea atau cerita romantis, mungkin genre romance bisa jadi pilihan awal.
5. Rekomendasi book reviewer
Cari inspirasi dari book reviewer adalah jalan ninja saya. Hampir setiap minggu saya habiskan waktu untuk stalking akun book reviewer, baik di sosial media maupun platform lain.
Memilih mana postingan yang memikat dan baca caption review singkat mereka. Tidak berhenti di situ. Biasanya saya melanjutkan rute saya dengan mengunjungi google, ketik review buku (judul buku yang saya minati), dan biasanya akan muncul website good reads. Di platform ini, saya mencari tahu lebih spesifikasi buku, sinopsis cerita, dan review orang-orang.
Cara saya ini bisa jadi panduan buat kamu memilih mana yang cocok dan mana yang mungkin belum waktunya untuk kamu baca.
Kamu juga bisa cek ulasan di website ini, bacabersamaku.id, yang membagikan review jujur dari sudut pandang pembaca biasa, jadi lebih relevan untuk kamu yang masih baru mulai.



