**Disclaimer: Semua ulasan di sini lahir dari pengalaman pribadi saya sebagai pembaca. Saya bukan ahli, hanya seseorang yang mencintai buku dan menuliskannya dari sudut pandang sendiri.
Aroma Karsa, novel dengan ketebalan halaman lebih dari 700 ini patut diacungi jempol. Menggambarkan sosok Jati Wesi, manusia luar biasa yang memiliki kemampuan indra penciuman yang tajam. Dapat menganalisis jenis bau, apa saja senyawa yang membentuk bau, hingga memecahkan kasus pembunuhan dengan mengandalkan hidungnya saja.
Seperti karya-karya Dee Lestari lainnya, Aroma Karsa merupakan novel drama-fantasi yang menggugah. Di novel ini, saya diajak menyaksikan tempat Jati Wesi yang tumbuh di TPA, nyaris dipenjara akibat meracik parfum ilegal, sampai ditarik menjadi ahli parfum oleh Raras Prayagung, berkenalan dengan Suma yang juga memiliki keajaiban sama, hingga mengikuti ekspedisi rahasia menemukan Puspa Karsa di Gunung Lawu.
Langsung saja, yuk baca review buku lebih detail di bawah ini.
Plus Minus
| Pros | Cons |
| Mata minus friendly (Ukuran font gede) | Kata-kata yang tidak umum, seperti jenis-jenis senyawa |
| Fresh idea, beda dari yang lain | |
| Selalu bikin penasaran, tidak sabar baca bab selanjutnya | |
| Penggambaran sifat tokoh yang selalu tumbuh atau tidak monoton | |
| Watak Jati dan Suma yang tidak sempurna terasa nyata dan relevan | |
| Plot twist yang memuaskan |
Kelebihan Novel Aroma Karsa
Kesan pertama saat buka lembar-lembar pertama novel ini adalah, woah font-nya cukup besar. Mungkin ini alasan dibalik tebalnya Aroma Karsa. Sebagai pengidap mata minus, saya sangat menyukai font yang besar karena saya tidak perlu menggunakan kacamata untuk membaca novel.
Ide dari novel ini juga sangat unik tetapi entah bagaimana tetap terasa relevan dengan realita. Inilah yang selalu saya kagumi dari penulisan Dee, ia selalu mampu membungkus cerita fantasi terasa pas, tidak berlebihan, dan layaknya terjadi di dunia nyata.
Penggambaran karakter tokoh-tokoh utama juga selalu bertumbuh, alias tidak monoton yang baik akan terus baik, maupun sebaliknya. Misal, sosok Raras Prayagung yang memiliki karakter “ngemong” seperti sosok ibu. Tetapi, siapa sangka dibalik sifatnya itu ternyata punya maksud tertentu. Ia bisa mengorbankan nyawa siapapun demi hasratnya tercapai.
Terakhir adalah plot twist yang memuaskan. Saya tidak menyangka babak terakhir dari buku ini justru ada plot twist yang di luar nalar dan malah bikin penasaran. Walau ending dari novel ini sudah jelas, tapi saya sempat berpikir bagaimana jika cerita ini ada kelanjutannya?
Kekurangan Novel Aroma Karsa
Saya bingung bagian mana yang layak ditulis sebagai “kekurangan”? Jujur saja, saya nyaris tidak menemukannya. Mungkin bagi sebagian orang akan mengeluh bukunya terlalu tebal, tidak ramah pemula katanya.
Mungkin iya, tetapi buku ini tetap ‘masuk’ dibaca oleh siapapun karena cara Dee bercerita tidak rumit meski ada istilah yang tidak umum seperti jenis-jenis bau. Saya yakin seseorang yang terbiasa membaca buku pun tidak banyak mengenal nama-nama tersebut.
Justru inilah menjadi momen untuk pembaca mendapatkan hal-hal baru, bukan malah dijadikan alasan untuk menjauh.
Penutup
Novel Aroma Karsa merupakan drama kehidupan yang dibumbui dengan kekuatan super dan mistis. Saya belajar banyak dari novel ini, termasuk menghormati apapun dan di manapun tanah yang saya pijak.
Sekian ulasan singkat novel Aroma Karsa.
Baca Juga: Review Novel: Nadira Karya Leila S. Chudori



